MS, NMO, DAN VAKSIN COVID-19 SINOVAC

Pemberian Vaksin Sinovac secara gratis di Indonesia sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Sebagian orang dengan penyakit penyerta (komorbid) memerlukan rekomendasi khusus dari para dokter spesialis yang menanganinya.

Berikut adalah rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) per tanggal 9 Februari 2021 untuk beberapa penyakit, termasuk penyakit autoimun yang berkaitan dengan sistem saraf.

Berkaitan dengan Multipel Sklerosis (MS) dan Neuromyelitis Optica (NMO), meskipun tidak secara spesifik disebutkan dalam surat rekomendasi, berdasarkan hasil konsultasi dengan para dokter spesialis saraf yang tergabung dalam Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI), maka disimpulkan bahwa perlakuan bagi penyakit MS dan NMO dapat disetarakan dengan salah satu penyakit yang tertulis dalam daftar rekomendasi, yaitu Chronic Demyelinating Inflammatory Polyneuropathy.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, disimpulkan bahwa penyandang MS dan NMO pada dasarnya boleh divaksin dengan memperhatikan dan mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Sedang dalam kondisi remisi (tidak sedang kambuh), dan penyakit harus dalam keadaan terkontrol, dengan pengawasan dokter spesialis saraf.
  2. Tidak sedang mengonsumsi obat-obatan atau disease modifying therapy (DMT) yang bersifat imunosupresan, seperti obat-obatan dan DMT dari golongan steroid, azatioprin, alemtuzumab, ocrelizumab, natalizumab, dan sebagainya. Baik untuk penggunaan obat/DMT rutin maupun penggunaan berulang.
    Catatan: Untuk mengetahui jenis dan sifat obat dan DMT yang sedang dipakai secara spesifik, silakan dikonsultasikan langsung dengan dokter yang biasa menangani Anda.
  3. Tidak memiliki penyakit penyerta lain yang tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Sebagai catatan, 3 poin penting di atas adalah syarat-syarat yang bersifat umum. Dengan kata lain, meskipun Anda dinyatakan memenuhi syarat di atas, karena MS dan NMO adalah penyakit yang memiliki gejala yang sangat variatif, dan kondisi setiap penyandangnya bisa jadi (masing-masing) memerlukan penanganan yang khusus/berbeda, maka untuk menilai/memastikan lebih lanjut tentang kelayakan dan keamanan Anda mendapatkan vaksin, ada baiknya berkonsultasi juga secara khusus dengan dokter-dokter yang biasa menangani Anda.

18 Februari 2021

YAYASAN MULTIPEL SKLEROSIS INDONESIA
R.A. Kanya Puspokusumo – Pendiri dan Ketua Umum YMSI
Dr.dr. Riwanti Estiasari, Sp.S (K) – Sekretaris YMSI/Neurolog di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
dr. Ahmad Rizal Ganiem, Sp.S (K), Ph.D – Bendahara YMSI/Neurolog di RS Hasan Sadikin Bandung
Dr.dr. Rocksy Fransisca VS, Sp.S – Neurolog di RS Siloam Lippo Village Tangerang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.