COVID-19 DAN PENYANDANG AUTOIMUN MULTIPEL SKLEROSIS (MS)

Bagi penyandang penyakit autoimun, khususnya MS, penyakit ‘berbasis virus’ seperti Covid-19 ini bagai pedang bermata dua. 1)Sumber (dengan beberapa penyesuaian dan penyederhanaan agar lebih mudah dipahami): Global Covid-19 Advice for People with MS, Multiple Sclerosis International Federation, London, UK.
Di satu sisi, –kalau hanya dilihat dari sistem kekebalan/sistem imunnya yang terlalu ‘galak’, sampai-sampai dia malah menyerang/menghancurkan bukan hanya sumber penyakit dari luar saja melainkan juga menyerang/menghancurkan tubuh sendiri–, biasanya penyandang MS agak jarang terkena penyakit yang sumbernya dari virus.

Tapi masalahnya, di sisi lain, agar sistem imun tidak terlalu parah menghancurkan tubuh sendiri, biasanya penyandang mengonsumsi obat-obatan yang fungsinya menekan atau memodifikasi ‘kegalakan’ sistem imun tersebut sampai ke titik rendah. ‘Kegalakan’ sistem imun yang ditekan atau dimodifikasi hingga ke titik rendah, akhirnya malah membuat penyandang menjadi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular yang berasal dari luar sana, termasuk Covid-19.

Dengan kata lain, bagi penyandang MS, dua penjelasan di atas ga ada mending-mendingnya, alias mau kondisi sistem imunnya sedang galak ataupun tidak, sama-sama membahayakan.

Jadi apa dong yang harus dilakukan penyandang MS terkait Covid-19 ini?

Ya, pada akhirnya mah relatif sama saja dengan orang lain yang tidak menyandang penyakit MS, yaitu:

  • Harus semakin rajin menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan dengan air dan sabun, atau dengan pembersih berbahan dasar alkohol.
  • Jangan menyentuh wajah, hidung, dan mulut sebelum yakin tangan kita bersih.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain, terutama orang yang terlihat batuk/bersin.
  • Tutup mulut dengan tissue atau sejenisnya jika sedang batuk/bersin.
  • Lebih perhatikan kebersihan makanan dan alat masak/alat makan. Makanan sebaiknya dimasak matang.
  • Untuk sementara hindari kerumunan, atau jangan kumpul-kumpul dulu.
  • Jangan keluar rumah kalau ga perlu-perlu amat.
  • Batasi pemakaian transportasi publik.
  • Jika harus berkonsultasi/memeriksakan diri ke dokter, jika memungkinkan, lakukan saja secara online.
  • Pakai masker jika perlu.
  • Lakukan isolasi diri jika perlu.
  • Khusus untuk penyandang MS, teruskan penggunaan/konsumsi obat-obatannya (baik pengguna DMT maupun obat-obatan jenis lainnya), jangan dihentikan tiba-tiba. Jika pun ingin menunda/mengurangi penggunaan obat, harus dilakukan di bawah pengawasan dokter! Jangan bertindak sendiri.

Berkaitan dengan obat DMT (Disease Modifying Therapy), ada beberapa jenis yang memerlukan perhatian khusus karena sifatnya yang menekan/mengurangi fungsi sistem imun atau sel imun spesifik (limfosit) yang dibutuhkan untuk memerangi penyakit dari luar, misalnya jenis Fingolimod, Dimethyl Fumarate, Teriflunomide, dan Siponimod.
Jadi, jika kita menggunakan DMT jenis tersebut, kita mutlak harus sangat berhati-hati dengan pandemi Covid-19 ini. Mengisolasi diri sementara sepertinya menjadi pilihan terbaik.

Bagi pengguna DMT jenis Interferon, Glatiramer Acetate, dan Natalizumab, walaupun sifatnya tidak sama seperti jenis DMT yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi karena cara kerja obatnya memodifikasi sistem imun, yang ujung-ujungnya sama-sama membuat sistem imun jadi ga terlalu galak, maka tetap harus waspada dengan menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan sebaik-baiknya. Usahakan selalu punya energi yang cukup untuk bisa berada dalam kondisi sesehat/senormal mungkin.

Jika terlanjur terkena Covid-19, selain segera pergi ke rumah sakit yang tersedia, pastikan dokter yang menangani MS kita pun terlibat dalam pengobatannya, karena mungkin akan ada pengobatan khusus yang harus dilakukan bagi kita.

Menanggulangi Covid-19 memerlukan kerja sama semua orang. Jadi sebaiknya, lakukanlah semua nasihat di atas demi kemaslahatan bersama. Jangan egois.

Akhir kata…
Jangan takut, jangan panik, dan tetaplah waspada.
Semoga pandemi ini cepat berlalu dan keadaan menjadi normal kembali, hingga kita akhirnya hanya harus berhadapan dengan penyakit autoimun kita saja, tak perlu dipusingkan penyakit lain.
Well, jalanin hidup bersama MS aja udah puyeng setengah mati, apalagi kalau harus ditambah penyakit lain. Iya, kan?
Jangan sampai deh!!

Tetap semangat semua, ya! 😊

Bandung, 15 Maret 2020

Catatan Kaki:   [ + ]

1. Sumber (dengan beberapa penyesuaian dan penyederhanaan agar lebih mudah dipahami): Global Covid-19 Advice for People with MS, Multiple Sclerosis International Federation, London, UK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.