TALK SHOW YMSI PADA EVENT HOSPITAL EXPO 2019

Para anggota YMSI yang hadir pada acara talk Show

Pada tanggal 23 Oktober 2019 berlangsung acara YMSI Talk Show pada Event Hospital Expo 2019 di Jakarta Convention Center. Untuk talk show kali ini topik yang diambil adalah My Invisible Multiple Sclerosis. Dengan pembicara Kanya Puspokusumo (Presiden YMSI) dan Dr. dr. Riwanti Estiasari, Sp.S (Sekretaris YMSI/Neurologist RSCM).

Presentasi pada sesi pertama diawali oleh Dr. Riwanti yang menjelaskan secara mendasar Apa itu Multipel Sklerosis MS? Beliau menjelaskan, bahwa rasio penyintas antara perempuan dengan laki-laki adalah 2-3 berbanding 1. Dimana biasanya menyerang usia produktif, yaitu 20 sampai 50 tahun.

Presentasi Dr. Riwanti Estiasari pada sesi pertama

Pada presentasinya kali ini, beliau juga menjelaskan bahwa MS adalah penyakit autoimun yang tidak menular. Menurutnya diagnosis secara mendetil apakah seseorang terjangkit MS atau tidak sangatlah penting, salah satunya dengan menggunakan MRI. Selain itu, umumnya ketika seseorang terjangkit MS pada tubuhnya, maka penyakit autoimun lain tidak menyerang penyandang tersebut.

Presentasi Ibu Kanya Puspokusumo pada sesi ke-2

Kemudian pada sesi kedua dipresentasikan oleh Ibu Kanya Puspokusumo. Beliau mengawali presentasi dengan menjelaskan secara singkat sejarah terbentuknya Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI). Dimana YMSI terbentuk sejak 28 April 2008.

Setelah itu, Ibu Kanya lebih banyak memporsikan pada sharing pengalaman pribadinya sebagai penyandang/penyintas MS maupun pengalaman orang lain. Bagi beliau, janganlah memaksakan diri untuk fight terhadap MS, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengendalikannya. Menurut beliau, walaupun MS ada di dalam tubuh kita, tapi jangan sampai penyakit itu menguasai diri kita

Selain itu, bagi seorang ibu yang pernah koma selama 5 hari ini, menyarankan walaupun karena MS, kita memiliki invisible symptoms dalam tubuh kita, bukan berarti tidak bisa apapun. Kita sebaiknya bisa menekankan pada diri kita, bahwa sanggup untuk mencari keuangan dan rencana kehidupan sendiri. Menurut Ibu Kanya, masalah perencanaan ke depan adalah hal yang penting, karena penyandang MS tidak memiliki kepastian dalam hal penyakitnya.

Hal penting lainnya yang beliau sarankan pada penyintas/penyandang MS dan pendampingnya adalah jangan bosan-bosan untuk mengedukasi masyarakat tentang apakah itu penyakit autoimun multipel sklerosis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.