BAGAIMANA MENGATASI KEKAMBUHAN MULTIPLE SCLEROSIS

Gambar dari MS Unites (www.msunites.com)

Kekambuhan (relapse) pada Multiple Sclerosis (dikenal juga dengan flare, serangan, atau eksaserbasi) adalah saat pasien mengalami aktivitas penyakit MS yang baru. Bisa jadi pengulangan gejala lama atau gejala baru, seperti masalah dengan penglihatan (vision), kesulitan berjalan, atau gangguan keseimbangan. Tingkat keparahan kekambuhan bisa berkisar dari yang sangat ringan hingga sangat parah, tergantung pada kondisi pasien.

Untuk digolongkan sebagai kekambuhan atau eksaserbasi, gejala harus berlangsung paling tidak selama 24 jam dan dipisahkan dari kekambuhan satu bulan sebelumnya. Kekambuhan bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Kekambuhan dan remisi (remitting) disebabkan oleh peradangan pada sistem saraf pusat (SSP) yang merusak myelin dan mengganggu pesan dari otak ke berbagai bagian tubuh.

Menurut MS National Society, mereka yang memiliki kekambuhan dan remisi Multiple Sclerosis akan mengalami kekambuhan yang diikuti oleh periode remisi yang lama (tanpa ada aktivitas penyakit baru). Namun, mereka yang mengalami remisi akan sering mendapati, bahwa mereka masih merasakan gejala MS yang sedang berlangsung.

Penyembuhan dan pengelolaan MS tergantung pada bagaimana tubuh terpengaruh dan tingkat keparahannya. Beberapa kekambuhan ringan, mungkin tidak memerlukan pengobatan apapun, cukup diatasi dengan istirahat. Beberapa pasien mungkin memerlukan perawatan dengan menggunakan kortikosteroid intravena untuk menurunkan peradangan dan memperpendek periode dan mengurangi parahnya kekambuhan.

Jika pasien tidak dapat menggunakan kortikosteroid intravena atau pengobatan tersebut tidak efektif, sangat mungkin dokter akan menyarankan penggunaan H.P. Acthar Gel (ACTH), yakni terapi injeksi hormon yang dirancang untuk merangsang kelenjar korteks adrenal yang dapat menghasilkan aldosteron, kortisol, dan kortikosteron. Sekitar 10 persen pasien MS yang mengalami kekambuhan parah akan memerlukan pertukaran plasma.

Setelah kambuh, pasien MS mungkin perlu menjalani rehabilitasi yang akan melibatkan berbagai profesional kesehatan seperti spesialis kognitif, fisioterapi, terapis okupasi, dan terapis bahasa bicara.

 

(Disadur dari Multiple Sclerosis News Today)

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *