AUTOIMMUNE THE TRUE STORY

 

 

Nomor       : 018/SK-­‐MCF/VII/2017
Lampiran : Sinopsis Buku, PROFILE MCF

Jakarta, 18 Juli 2017

Kepada  Yth.

Bpk. Narendro
YAYASAN MULTIPEL SKLEROSIS INDONESIA

PERIHAL : SINOPSIS BUKU AUTOIMMUNE THE TRUE STORY

Dengan  Hormat.

Kami, Marisza Cardoba Foundation (MCF), adalah lembaga non‐profit yang (1) membangun kesadaran masyarakat tentang eksistensi Autoimun, (2) pengendalian Autoimun melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) oleh Keluarga Indonesia, dan (3) memberdayakan penyandang autoimun. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dalam payung Program Nasional Senyum Indonesiaku yang telah diresmikan MCF bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (MPP-PA RI) pada 6 Agustus 2015 yang lalu.

Sesuai amanah yang diberikan langsung oleh Ibu Menteri PP-PA RI pada saat pelaksanaan Idolanesia Award Indonesia tahun 2015 dan 2016 (penghargaan tahunan yang diberikan Menteri PP-­PA RI bersama MCF kepada para penyintas dan pemerhati Autoimun inspiratif), bahwa Program Nasional Senyum Indonesiaku harus terus dioptimalkan pelaksanaannya.

Sehingga atas amanah tersebut, di tahun 2017 ini MCF menerbitkan buku berjudul Autoimmune The True Story bersama PT. Gramedia Pustaka Utama, yang diantaranya berisikan Hasil Kuliah Whatsapp (Materi Narasumber dan Kumpulan Tanya Jawab Antara Pasien dengan Narasumber).

Bersama surat ini kami melampirkan sinopsis buku Autoimmune The True Story. Sebagai tambahan informasi, buku ini secara garis besar bermaksud untuk:

  1. Membantu para Penyintas Autoimun:
    • Memahami kondisi yang dialaminya melalui penjelasan para pakar medis.
    • Fokus pada “HOW TO” dan bukan lagi pada pertanyaan “WHY  ME” melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat.
    • Menyadari bahwa mereka tidak sendiri, dan begitu banyak pihak peduli.
    • Menyadari bahwa Autoimun bukan lah penghalang bagi mereka untuk terus berkarya.
    • Lebih peduli pada kesehatan seluruh anggota keluarganya.
  2. Memotivasi  masyarakat  Indonesia  untuk:
    • Mengenali Autoimun
    • Menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat bersama seluruh anggota keluarga.
    • Berempati  terhadap  perjuangan  Penyintas  Autoimun.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Hormat  Kami.

dr. Fransiska Hardi Sp.PD
President of MCF
Fransiska_01@yahoo.com

Keterangan Lebih Lanjut: Tanti Sapto 087881006874 – tantisapto74@gmail.com

MARISZA CARDOBA FOUNDATION
Jl. Tebet Timur Dalam IV E No.3 Jakarta, INDONESIA
Call Center : +62819 3295 1374
Website : www.mariszacardoba.or.id,  email :  hallo@mariszacardoba.or.id
Facebook : Smile With ITP, Twitter : @ITP_ID, Instagram : ITP_ID, Youtube : Idolanesia

 

 

 

 

SINOPSIS

AUTOIMMUNE

THE TRUE STORY

MARISZA CARDOBA FOUNDATION

Empowers Women, Children & The Disable Especially Those Who Live With Autoimmunity

 

 

1

BERDAMAI DENGAN AUTOIMUN

 

MARISZA  CARDOBA  FOUNDATION

  • Pengantar
  • Autoimun

DR.dr.Iris  Rengganis,  Sp.PD,  KAI

  • Autoimun dan Pengendaliannya Melalui Penerapan Perilaku Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS)

dr.Yusuf  Aulia  Rahman,  Sp.PD

  • Mengenali Gejala dan Menegakkan Diagnosa Autoimun (Alur Pemeriksaan)

dr.  Widya  Eka  Nugraha,  M.Si,Med

  • Mengenali  Kondisi  Kesehatan  Dengan  Pancarupa
  • Autoimun  dan  Dementia:  Hubungan  dan  Pencegahannya
  • Terus  Belajar
  • Mengenali  Hoax  di  Bidang  Kesehatan

dr.  Novi Arifiani, MKK, Dipl.ABRAAM

  • Autoimun,  Tidur,  dan  Stress
  • Berdamai  Dengan  Autoimun

Yonita  Chandra,  DVM,  MBA

  • Kaitan  Leaky  Gut  Dengan  Berbagai  Jenis  Penyakit  Yang  Tidak  Jelas
    Penyebabnya  _  Bagian  1
  • Kaitan  Leaky  Gut  Dengan  Berbagai  Jenis  Penyakit  Yang  Tidak  Jelas
    Penyebabnya _ Bagian 2

Susan  Hartono  MSc,  CHt.

  • Pentingnya  Vitamin  ‘Matahari’  dan  Grounding
  • Protokol  Nutrisi  Umum  Untuk  Autoimun
  • Pengaruh  Pilihan&Jadwal  Makan  Pada  Autoimun
  • Mari  Mengenal  Minyak  Mana  yang  Baik  Untuk  Memasak

dr.  Lavinia  Suryadi,  M.Biomed,  C.Ht

  • Cara  Pintar  Untuk  Hidup  Sehat

dr.  Theo  Audi  Yanto,  Sp.PD

  • Autoimunitas  dan  Penuaan  (Aging)
  • Interaksi  dan  Keseimbangan  Antara  Olahraga  serta  Vitamin  D  Pada
    Penyintas  Autoimun

dr.Stevent  Sumantri,  Sp.PD,DAA

  • Tips dan  Trik  Hidup  Sehat  Untuk  Mencegah  Inflamasi  Pada  Penyintas
    Autoimun

dr.  IA.  Ratih  Wulansari  Manuaba, Sp.PD,  KR,  M.Kes

  • Gaya  Hidup  Sehat

dr.Laniyati  Hamijoyo, Sp.PD, KR

  • Mengenal  Autoimun  Rheumatoid  Arthritis

dr.Jeffrey  Tenggara, Sp.PD, KHOM

  • Mengenal  Lebih  Jauh  Autoimun  Evans  Syndrome

dr.  Hernayati  Hutabarat, Sp.KK

  • Mengenal  Autoimun  Psoriasis  Secara  Umum

drg.  Silvia  Wahyuni

  • Mengenal Guillain‐Barre Syndrome (GBS)

Tiara  Savitri

  • LUPUS  Penyakit  Seribu  Wajah

Indriani  Ginoto  dan Dhian Deliani

  • Tips  Manajemen  Waktu  bagi  Pasien  Autoimun

drg.Yulia  Aristiani

  • Menjaga  Kebersihan  Serta  Kesehatan  Gigi  dan  Mulut

dr.  Florentina  R.  Wahjuni,  CQ.Phy.,  CHt.

  • HOLISTIC  HEALTH  IS  THE  BEST  CHOICE
  • Tersenyum  Setiap  Saat

Niken  Ardiyanti,  M.Psi,  Psikolog

  • Personal  Mastery  Melalui  Konsep  Diri  Positif
  • Manajemen  Stress

dr.  Yudith  Rachmadiah

  • HIDUP  POSITIF  (DENGAN  AUTOIMUN)

dr.  Rudy  Eko  Fitranto,  Sp.AK

  • Trend  Akupuntur  Untuk  Kesehatan

dr.  Hari  Nugroho,  SpOG

  • Penanganan  Kanker  Serviks  Dan  Pencegahannya

Adeline  Windy

  • Menjaga  Kebugaran
  • Manfaat  Jogging

Rebecca  Tumewu

  • PENGALAMAN  DENGAN  EKLAMSIA  POST  PARTUM

Pitra  Causa,  S.Psi  dan  dra.  Herlina  Soemitro

  • Pemeriksaan Kesehatan Berkala dan Menjaga Kebersihan

Pitra  Causa,  S.Psi

  • Papsmear  vs  Human  Papiloma  Virus

Joyce  Heryanto,  Pendiri  Komunitas  Autoimmune  Warriors

  • MENGHADAPI  AUTOIMUN  DENGAN  LDHS

Reza  Susanto,  Ikatan  Diabetes  Anak  dan  Remaja  (IKADAR)

  • Bagaimana  Melakukan  Komunikasi  Sehat  Untuk  Menyeimbangkan
    Otak  dan  Emosi

dr.Rianti  Maharani,  CMH,  CH,  CHt.

  • Membumikan  Pertanian  Sehat  Ramah  Lingkungan  Berkelanjutan  di
    Nusantara

dr.  Prapti  Utami,  Msi

  • Memilih  Rempah  dan  Mengolahnya
  • Manfaat  Daun  Kelor

Ir.  Christopher  Emille  Jayanata

  • MENANAM  BAHAN  PANGAN  SENDIRI

Ir.  Harjanto  Tjandra

  • Menanam  Bahan  Pangan  Sendiri  Dengan  Metode  EcoBioOrganik

Baron  Noorwendo

  • Mengelola  Sampah

Sunu  Tri  Wibowo,  Spi  –  Kementerian  Kelautan  &  Perikanan  RI

  • SEAFOOD  YANG  AMAN  UNTUK  AUTOIMUN
  • Tips  Memilih  Seafood  Yang  Aman  Untuk  Penyintas  Autoimun

Agustinus  Priyanto

  • Cara  Membuat  Tempe  Yang  Sehat
  • Mengapa  Kita  Harus  Mengkonsumsi  Bahan  Pangan  Lokal

Dwi  Prihandini  Mailuhuw

  • Senyum  Anda

Maeya  Zee,  S.Psi,  M.Si

  • Tips  Menulis  Sebagai  Terapi  Sesi  1
  • Tips  Menulis  Sebagai  Terapi  Sesi  2
  • Tips  Menulis  Sebagai  Terapi  Sesi  3

A.A.A.  Ngurah  Tini  Rusmini  Gorda

  • Konsep  Jagadhita – Memotong  Mata  Rantai  Kekerasan  dan  Eksploitasi
    Anak

Ni  Made  Sekardi

  • INTERNET  MARKETING – Autoimmunepreneurship  Series

Augustine  Meriska,  Novi  Meyanto,  Nur  Izzatul  Muthiah

  • Introduction  To  Social  Entrepreneurship  (Bisnis  Yang  Berdampak
    Sosial) – Autoimmunepreneurship  Series

 

 

PENGANTAR

MARISZA  CARDOBA  FOUNDATION

Divonis mengalami suatu penyakit yang asing seperti Autoimun seringkali membuat penyintasnya panik dan kehilangan fokus atau kemampuan berpikir rasional. Rata-­rata penyintas mengakui mengalami perasaan terpuruk, lebih karena situasi ini tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun kebanyakan orang. Kesadaran masyarakat tentang Autoimun memang masih sangat minim, sehingga berdampak pada penurunan kualitas kesehatan karena penanganan yang tidak tepat. Padahal setelah ditelusuri ternyata Autoimun seharusnya tidak mengurangi kualitas hidup para penyintasnya.

Memang harus diakui, jumlah kasus Autoimun yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang kapabel menanganinya turut menyebabkan terjadinya kelangkaan informasi serta kepanikan di masyarakat. Mensiasatinya, Marisza Cardoba Foundation (MCF) melalui program Indonesia Autoimmune Campaign (IAC) membentuk support group melalui media WA (Whatsapp) dengan harapan dapat berkomunikasi intensif dengan para penyintas di seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Whatsapp Group (WAG) ini telah menjembatani lebih dari 1600 penyintas untuk berinteraksi langsung dan saling bertukar ilmu juga dukungan antara satu dengan lainnya, serta secara rutin menghadirkan para narasumber medis maupun profesional untuk mengedukasi tentang Autoimun dan pengendaliannya melalui penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS). Hasilnya, secara signifikan kualitas kesehatan para penyintas pun meningkat, karena adanya keselarasan antara pengobatan medis yang diberikan oleh dokter dengan pola hidup sehat yang diterapkan pasien, sehingga akhirnya secara bertahap dengan supervisi dokter kondisi remisi (bebas obat dengan gejala autoimun terkendali) pun dapat dicapai.

Hasil interaksi antara penyintas dengan para narasumber dibagikan di Bab 1 buku ini, Autoimmune The True Story, dengan harapan dapat memotivasi khususnya jutaan penyintas Autoimun lainnya serta seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) bersama keluarga tercinta.

Salam  Lima  Dasar  Hidup  Sehat !

 

 

AUTOIMUN

MARISZA  CARDOBA  FOUNDATION

“Autoimun  bukan  lah  mimpi  buruk  bagi  mereka  yang  menerapkan  pola  hidup sehat  holistik  secara  disiplin  dan konsisten.  Meski  belum  ditemukan  obatnya, namun  Autoimun  dapat  dikendalikan,  dan  para  penyintasnya  dapat menjalani kehidupan  normal  serta  berkualitas  dengan  gejala  yang  terkendali.”

Autoimun  adalah  sebuah  kondisi  dimana  sistem  kekebalan  (imunitas)  tubuh seseorang  mengalami  kesilapan sehingga  menyerang  jaringan  sehat  dan menimbulkan  keluhan  kronis  (berulang).  Oleh  karena  itu  sering  dikatakan bahwa  pola  yang  terjadi  pada  Autoimun  mirip  dengan  Kanker,  namun  jelas  berbeda  karena  perusakan  jaringan sehat  pada  Kanker  dilakukan  oleh  sel mutan.

 

SIAPA  YANG  RENTAN  TERKENA  AUTOIMUN

Di  Amerika  Serikat,  Autoimun  menduduki  peringkat  ke-­3  penyakit  mematikan yang  dialami  oleh  50  juta  jiwa (hampir  20  persen  dari  total  penduduk).  Dari angka  tersebut,  80  persennya  adalah  perempuan  dan  anak. Bukan tidak  mungkin  Indonesia  memiliki  prevalensi  yang  sama,  bahwa diperkirakan  sekitar  40  juta  jiwa  yang  mengalami Autoimun,  yakni  100x  lipat dari  kasus  Kanker.

157  JENIS  AUTOIMUN

Sumber  :  American  Autoimmune  Related  Disease  Association-­‐AARDA

Autoimun  dapat  menyerang  bagian  mana  pun  dari  tubuh  seseorang.  Setiap  jenis
mewakili  bagian  tubuh  yang  diserang.

  1. Acute  Disseminated  Encephalomyelitis  (ADEM)
  2. Acute  Necrotizing  Hemorrhagic  Leukoencephalitis
  3. Addison’s  Disease
  4. Agammaglobulinemia
  5. Alopecia  Areata
  6. Amyloidosis
  7. Ankylosing  Spondylitis
  8. Anti‐GBM / anti‐TBM  Nephritis
  9. Antiphospolipid Syndrome (APS)
  10. Autoimmune  Angioedema
  11. Autoimmune  Aplastic  Anemia  (AIHA)
  12. Autoimmune  Dysautonomia
  13. Autoimmune  Hepatitis
  14. Autoimmune  Hyperlipidemia
  15. Autoimmune  Immunodeficiency
  16. Autoimmune  Inner  eardisease  (AIED)
  17. Autoimmune  Myocarditis
  18. Autoimmune  Oophoritis
  19. Autoimmune  Pancreatitis
  20. Autoimmune  Retinopathy
  21. Autoimmune  Trombocitopenic  Purpura  (APT)
  22. Autoimmune  Thyroid  Disease
  23. Autoimmune  Urticaria
  24. Axonal  and  Neronal  Neuropathies
  25. Balo  Disease
  26. Behcet’s  Disease
  27. Bullous  Pemphigoid
  28. Cardiomyopathy
  29. Castleman  Disease
  30. Celiac  Disease
  31. Chagas  Disease
  32. Chronic  Fatigue  Syndrome
  33. Chronic  Inflammatory  Demyelinating  Polyneuropathy  (CIDP)
  34. Chronic  Recurrent  Multiforal  Ostomyelitis  (CRMO)
  35. Chrug  Straus  Syndrome
  36. Cicatrical  Pemphigoid / Benign  Mucosal  Pemphigoid
  37. Chrohn’s  Disease
  38. Cogans  Syndrome
  39. Cold  Agglutinin  Disease
  40. Congenital  Heart  Block
  41. Coxsactic  Myocarditis
  42. Crest  Disease
  43. Essential  Mixed  Cryoglobulinemia
  44. Demyelinating  Neuriphaties
  45. Dermatitis  Herpetiformis
  46. Dermatomyositis
  47. Devic’s  Disease  (neuromyelitis  optical)
  48. Discoid  Lupus
  49. Dressler’s  Syndrome
  50. Endometriosis
  51. Eosinophilic  Esophasitis
  52. Eosinophilic  Facilitis
  53. Erythema  Nodosum
  54. Experimental  Allergic  Encephalomyelitis
  55. Evan’s  Syndrome
  56. Fibromyalgia
  57. Fibrosing  Alveolitis
  58. Giant  Cells  Arteritis  (temporal  arteritis)
  59. Giant  Cells  Myocarditis
  60. Glomerulonephritis
  61. Goodpassture’s  Syndrome
  62. Granulomatosis  with  Polyangitis
  63. Graves  Disease
  64. Guillain  Bare  Syndrome
  65. Hashimoto’s  Encephalitis
  66. Hashimoto’s  Thyroid
  67. Hemolytic  Anemia
  68. Henoch  Schonlein  Purpura  (HSP)
  69. Herpes  Gestations
  70. Hypogammaglobulinemia
  71. Idiopathic  Trombocitopenic  Purpura  (ITP)
  72. IgA  Nephropathy
  73. IgG  4  Releated  Sclerosing  Disease
  74. Immunoregulatory  Lipoproteins
  75. Inclusion  Body  Myositis
  76. Interstitial  Cystitis
  77. Juvenile  Arthritis
  78. Juvenile  Diabetes  (type  1)
  79. Juvenile  Myositis
  80. Kawasaki  Syndrome
  81. Lambert  Eaton  Syndrome
  82. Leukocytoclastic  Vasculitis
  83. Lichen  Planus
  84. Lichen  Sclerosis
  85. Ligneous  Conjunctivitis
  86. Linear  IgA  Disease  (LAD)
  87. Lupus  (SLE)
  88. Lyme  Disease  Chronic
  89. Meniere’s  Disease
  90. Microscopic  Polyangilitis
  91. Mixed  Connective  Tissue  Disease  (MCTD)
  92. Mooren’s  Ulcer
  93. Mucha  Habermann  Disease
  94. Multiple  Sclerosis
  95. Myasthenia  Gravis
  96. Myositis
  97. Marcolepsy
  98. Neuromyelitis  Optica
  99. Neutropenia
  100. Ocular  Cicatricial  Pemphigoid
  101. Optic  Neuritis
  102. Palindromic  Rheumatism
  103. Paraneoplastic  Cerebellar  Degeneration
  104. Paroxysmal  Nocturnal  Hemoglobinuria  (PNH)
  105. Parry  Romberg  Syndrome
  106. Parsonnage  Turner  Syndrome
  107. Pars  Planitis  (peripheral  uveitis)
  108. Pemphigus
  109. Peripheral  Neuropathy
  110. Perivenous  Encephalitis
  111. Pernicious  Anemia
  112. POEMS  Syndrome
  113. Polyarteritis  Nodosum
  114. Type  1, 2, and  3  Autoimmune  Polyglandular  Syndrome
  115. Polymyalgia  Rheumatica
  116. Polymyositis
  117. Postmyocardial  Infarct  Syndrome
  118. Postpericardiotomy  Syndrome
  119. Progesterme  Dermatitis
  120. Primary  Billiary  Cirrhosis
  121. Primary  Sclerosing  Cholangitis
  122. Psoriasis
  123. Psoriatic  Arthritis
  124. Idiopathic  Pulmunary  Fibrosis
  125. Pyoderma  Gangrenosum
  126. Pure  Red  Cell  Aplasia
  127. Raynauds  Phenomenon
  128. Reactive  Arthritis
  129. Reflex  Sympathetic  Dystrophy
  130. Reiter’s  Syndrome
  131. Relapsing  Polychondritis
  132. Restless  Legs  Syndrome
  133. Retroperitoneal  Fibrosis
  134. Rheumatic  Fever
  135. Rhematoid  Arthritis
  136. Sarioidosis
  137. Schmidt  Syndrome
  138. Scleritis
  139. Scleroderma
  140. Sjorgen  syndrome
  141. Sperm  and  Testicular  Autoimmunity
  142. Stiff  Person  Syndrome
  143. Subacute  Bacterial  EndoCarditis  (SBE)
  144. Susac’s  Syndrome
  145. Sympathetic  Ophthalmia
  146. Takayasu’s  Arthretis
  147. Temporal  Arteritis/Giant  Cell  Arteritis
  148. Thrombocytopenic  Purpura  (TTP)
  149. Tolosa  Hunt  Syndrome
  150. Transverse  Myelitis
  151. Type  1  Diabetes
  152. Ulcerative  Colitis
  153. Undifferentiated  Connective  Tissue  Disease  (UCTD)
  154. Uveitis
  155. Vasculitis
  156. Vesiculobullous  Dermatosis
  157. Vitiligo

 

AUTOIMUN,  ADAKAH  OBATNYA?

Belum ada obat untuk menormalkan sistem kekebalan tubuh pada kasus Autoimun. Pengobatan medis yang tersedia hanya terbatas pada fungsi:

  1. Melemahkan  sistem  kekebalan  tubuh,  agar  tidak  agresif  merusak  jaringan
    sehat.
  2. Mengobati  gejala  yang  timbul.

Namun karena pertimbangan serangkaian efek samping, obat-obatan tersebut tidak diberikan untuk jangka panjang.

GEJALA  AUTOIMUN

Gejala  autoimun  secara  umum  meliputi:

  1. Keluhan  kesehatan  yang  tak  kunjung  sembuh  meski  diobati.
  2. Mudah  merasa  kelelahan  (ekstrim).
  3. Sering  lupa.
  4. Butuh  waktu  lebih  lama  untuk  melakukan  pekerjaan  sederhana.
  5. Sering  merasa  demam  dan  kedinginan,  dengan  nyeri  pada  persendian.

 

PENYEBAB  AUTOIMUN

Penyebab  Autoimun  belum  diketahui  secara  pasti,  namun  akarnya  terkait  erat dengan:

  1. Faktor genetik (25 persen)
  2. Faktor lingkungan dan gaya hidup (75 persen), seperti asupan makanan, stress, pola tidur, polusi, infeksi, radiasi, dan sebagainya.

 

LIMA  DASAR  HIDUP  SEHAT  (LDHS)

75 persen Autoimun dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Ini berarti gejala autoimun dapat diredam dan dikelola agar tidak timbul. Karena FAKTOR LINGKUNGAN dan GAYA HIDUP bisa disiasati dengan penerapan pola hidup sehat holistik, yang disebut dengan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS).

Pemilihan makanan/asupan yang “BAIK” adalah satu dari 15 sub pilar dalam 5 pilar utama LDHS, namun penerapannya fatal dan vital bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengapa? Karena 80 persen sistem imun kita bermukim di saluran pencernaan, dan mereka sensitif terhadap zat asing.

Jika salah seorang dalam keluarga Anda diketahui mengalami Autoimun, maka jangan tunda untuk menerapkan LDHS secara holistik dan disiplin bersama seluruh anggota keluarga. Bukan tidak mungkin anggota keluarga yang lain akan mengalaminya karena salah satu akar autoimun yang telah kita ketahui bersama adalah Faktor Genetik. Bukankah sering kita dengar ada beberapa orang dalam keluarga yang mengalami autoimun, meski dengan jenis yang berbeda?

Autoimun bukanlah mimpi buruk bagi mereka yang menerapkan pola hidup sehat holistik.

Terapkan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) sekarang juga. Agar Anda yang sehat dapat semakin sehat, dan yang mengalami keluhan dapat kembali fit dan produktif dengan gejala yang terkendali.

2

BERDAYA DENGAN AUTOIMUN

(KUMPULAN  KISAH  PENYINTAS  INSPIRATIF)

 

Pengantar

GLOSSARIUM  oleh  Wikipedia
BERDAYA  DENGAN  AUTOIMUN  oleh  Marisza  Cardoba

Immune  Thrombocytopenic  Purpura  (ITP)

Bayu  Timothy  (orangtua  dari  pasien  anak :  Florencia)

Evans  Syndrome

Novie  (orang  tua  dari  pasien  anak  :  Anissa)

Systemic  Lupus  Erythematosus  (SLE)

Pedoz  Hasan

Sjögren’s  Syndrome  (SjS, SS)

Ervie  Lie

Henoch-­‐Schönlein  Purpura  (HSP)

Dwi  Dara  Septi

Autoimmune  Hemolytic  Anemia  (AIHA)

Dini  Ajeng

Rheumatoid  Arthritis  (RA),  Antiphospholipid  Syndrome  (APS),  Sjögren
Syndrome  (SjS, SS)

Rena  Basuki

DM  Type  1

Endang  Dwi  Astuti

Uveitis

Dedeh  Pramita

Behcet’s  Syndrome

Herry  Rosa

Sindrom  Nefrotik

Herlin  Sapta

Spondyloarthropathy  atau  Spondyloarthrosis

Imawati

Pemphigus  Vulgaris

Inge  Purnomo

Multiple  Sclerosis  (MS)

Wildan

Scleroderma

Mung  Kim

Inflammatory  Bowel  Disease  (IBD)

Puguh  Prasetya

Antiphospholipid  Syndrome  (APS),  Juvenile  Rheumatoid  Arthritis  (JRA)

Sarah  Nanda

Juvenile  Dermatomyositis  (JDM)

Janice  Suhardja

Autoimmune  Hepatitis

Amalia

Demyelinating  Cerebelum  Disease  (DCD)

Mulyani

Guillain-­Barré  Syndrome  (GBS)

Luh  Merta

Mixed  Connective  Tissue  Disease  (MCTD)

Tina

Amyloidosis

Neneng  Kamilasari

Erythema  Nodosum

Dewi  Darma

Endometriosis,  Sjögren’s  Syndrome  (SjS, SS)

Eva  Wahyu

Raynaud  Syndrome

Marsaulina

Autoimmune  Antisynthetase  Syndrome  (ASS)

Ratnasari

Psoriasis,  Sjögren’s  Syndrome  (SjS,  SS),  Systemic  Lupus  Erythematosus
(SLE),  Hyper  Ig  E  Syndrome  (HIES)

Nellyani  Oktariana

Myasthenia  Gravis  (MG),  Vitiligo,  Hashimoto’s  Thyroiditis,  Systemic  Lupus
Erythematosus  (SLE),  Endometriosis

Dessy  Andriany

Hyper  Ig  E  Syndrome  (HIES),  Sjögren’s  Syndrome  (SjS, SS)

Ganis  Trisnanisasi

Vasculitis,  Sjögren’s  Syndrome  (SjS,  SS)

Nippy  Invante

Autoimmune  Thyroiditis,  Systemic  Lupus  Erythematosus  (SLE),  Mixed
Connective  Tissue  Disease  (MCTD)

Angraeni  Rahmasetiani

3

BERKARYA DENGAN AUTOIMUN

MARISZA CARDOBA FOUNDATION :
AUTOIMMUNEPRENEUR INDONESIA (API)

 

Selama satu tahun terakhir, melalui program Autoimmunepreneur Indonesia (API), Marisza Cardoba Foundation (MCF) telah berhasil menyelenggarakan pelatihan bagi 60 orang calon wirausaha autoimun Indonesia di Jakarta dan Bali. Kami bersinergi dengan sejumlah pemerhati yang bersedia menularkan ilmunya tanpa biaya.

Materi  pelatihannya  meliputi:

  • Wirausaha  Sosial
  • Boosting  Confidence
  • Effective  Communication
  • Live  Sharing  dari  Para  Pengusaha  Muda  Indonesia
  • Production  Class  (Cooking  Class,  Fashion  Art  Class)
  • Foto  Produk  dan  Branding
  • Internet  Marketing
  • Berkain
  • Daily  Make  Up
  • Financial  Management
  • Sharing  dari  Autoimmunepreneur  tentang  kisah  Berkarya  dengan  Autoimun

Masing‐masing provinsi membuat model bisnis sebagai pilot project. API Jakarta membuat rumah makan dan usaha katering sehat AiFIt Eatery. Sedangkan API Bali membuat usaha jasa tata rias Make Up Artist.

Melalui kegiatan ini para penyintas ingin membuktikan bahwa Autoimun bukanlah penghalang selama Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) diterapkan secara holistik dan berkesinambungan. API juga berharap ke depan, program pelatihan ini dapat diselenggarakan merata di seluruh provinsi di Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan para penyintas dan secara aktif mendorong masyarakat Indonesia untuk hidup sehat.

When  there  is  a  WILL,  there  is  a  WAY…

Pengalaman kami dengan Autoimun membuktikan, bahwa tidak ada satu pun tantangan yang tidak dapat dihadapi. Teruslah berdoa dan berupaya yang terbaik memperbaiki langkah bersama orang-­orang yang kita kasihi. Karena petunjuk dan mukjizat mengiringi setiap doa dan usaha-­usaha yang berlandaskan cinta kasih pada diri dan sesama.

 

 

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *