SIMPOSIUM PADA ACARA JAK-NEWS 2017 DI HOTEL BOROBUDUR

 

Minggu, 26 Maret 2017

Simposium pada Acara Jak-News 2017 di Hotel Borobudur
Oleh: Kanya Puspokusumo

Pada tanggal 26 Maret 2017, Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI) turut serta dalam kegiatan Jak-News (Jakarta Neurology Exhibition, Workshop, and Symposium) 2017 yang diselenggarakan oleh PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) dan PT Merck Indonesia Tbk di Hotel Borobudur, Jakarta.

Bertempat di Flores Hall B, Symposium Neuro-Immunology mengangkat tema “Getting Closer with Multiple Sclerosis”, yang dipimpin oleh dr. Kartika Maharani, Sp.S, dan menampilkan beberapa sesi sebagai berikut:

  1. Novel Treatment in MS: Interferons
    Pembicara: dr. Riwanti Estiasari, Sp. S(K)
  2. Role of Radiology Examination in Diagnosing MS from Brain to Spinal Cord
    Pembicara: dr. Benny Zulkarnain, Sp.Rad(K)
  3. Neuro-ophthalmologic Manifestation in MS
    Pembicara: dr. Ni Nengah Rida Ariani, Sp.S
  4. MS Patient Community in Indonesia
    Pembicara : Kanya Puspokusumo
    Di sesi MS Patient Community in Indonesia, YMSI (diwakili oleh Pendiri dan Ketua YMSI, Kanya Puspokusumo) berkesempatan mempresentasikan aktivitas dan upaya organisasi Multipel Sklerosis (MS) di Indonesia sejak berdiri di tahun 2008, bagaimana cara berdamai dengan penyakit MS, pengobatan MS di Indonesia, serta strategi YMSI dalam upaya membuka berbagai kemudahan bagi penyandang MS; mulai dari kemudahan untuk mendapatkan obat-obatan hingga kemudahan untuk mendapatkan dan menjalani kehidupan berkualitas secara menyeluruh.
    Di sesi ini, YMSI pun menekankan pentingnya untuk meningkatkan kepedulian dokter-dokter saraf di Indonesia dan masyarakat terhadap penyandang MS, karena penyandang MS tidak hanya membutuhkan perawatan medis, melainkan juga membutuhkan dukungan mental dari lingkungan di sekitarnya agar mampu hidup dengan MS dengan baik.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.